JENIS-JENIS
MAKNA DALAM SEMANTIK..
a. A. Makna Leksikal
dan gramatikal
1. Makna leksikal
adalah makna yang bersifat tetap. Oleh karena itu, makna
ini
sering disebut dengan makna yang sesuai dengan kamus.
Contohnya:
a. Bulpoin :
Sejenis alat tulis yang terbuat dari plastik dan menggunakan tinta.
b.
Kerbau:
Sejenis binatang berkaki empat yang biasa digunakan untuk membajak.
c. Buku :
Sejenis barang yang digunakan untuk media tulis, terbuat dari kertas.
d.
rumah
e.
kantor
2.
Makna gramatikal adalah makna yang berubah-ubah
sesuai dengan konteks
pemakainya.
Kata ini sudah mengalami proses gramatikalisasi, baik pengimbuhan,
pengulangan,
ataupun pemajemukan.
Contohnya
Berlari
= melakukan aktivitas
Bersedih
= dalam keadaan
Bertiga
= kumpulan
Berpegangan
= saling
Berseragam
= memakai seragam
b. Makna Referensial dan Makna
Nonreferensial
1.
Makna Referensial : Makna yang mempunyai referen atau
acuan .
Contoh : baju,celana, buku,pensil, meja, kursi, kain.
Contoh : baju,celana, buku,pensil, meja, kursi, kain.
2. Makna Nonreferensial : Makna yang tidak
mempunyai referen.
Contoh : dia, saya, kamu, di sini, di sana, di situ, sekarang, besok, nanti, ini, itu.
Contoh : dia, saya, kamu, di sini, di sana, di situ, sekarang, besok, nanti, ini, itu.
c.
Makna Denotatif dan Makna Konotatif
1.
Makna Denotatif dalah makna asli, makna asal , makna
sebenarnya yang dimiliki leksem.
Contoh :
1.
Adik makan nasi.
2.
Kambing
hitam itu mahal sekali.
3. Banjir yang
terjadi itu di karenakan air sungai yang meluap.
4. Pak halim
pergi ke makasar naik mobil pribadi.
5. Lokasi yang
akan di jadikan tempat hiburan itu telah terisi penuh oleh pemukiman penduduk.
2.
Makna Konotatif adalah makna lain yang ditambahkan
pada makna denotatif yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang yang
mengunakan makna tersebut.
Contoh :
1.
Dalam kasus itu, ia di jadikan kambing hitam. (kambing
hitam orang yang disalahkan)
2.
Bunga desa itu bekerja di bank. ( bunga desa sama dengan
paling cantik)
3.
Anak itu berangkat besar ketika ayahnya berada di
jepang ( berangkat sama dengan beranjak)
4.
Tiga pahlawan reformasi telah gugur lima tahun yang
lalu ( gugur sama dengan mati dalam pertempuran)
5.
Masih ada segerombolan orang yang menebang demi
kepentingan pribadi ( gerombolan sama kawanan)
d.
Makna Istilah dan Makna Kata
1.
Makna Istilah adalah makna yang baru menjadi jelas
kalau kata itu sudah berada dalam suatu konteks kalimat atau konteks
situasinya.
Contoh : diagnosis, sinonim, embrio.
Kata tahanan di atas masih bersifat umum,
istilah di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan
sehubungan suatu perkara.
2.
Makna Kata adalah makna yang pasti, jelas, tidak
meragukan meskipun tanpa konteks kalimat.
Contoh : batu, sepatu, tali, lengan
Kata tahanan, bermakna orang yang ditahan, tapi bisa juga
hasil perbuatan menahan.
Kata air, bermakna air yang berada di sumur,
di gelas, di bak mandi atau air hujan.
Contoh
lain:
Kata
Kata
Bisa
ular bisa membuat orang dewasa meninggal dunia.
Kata bisa pada awal kalimat memiliki makna yang berbeda dengan kata bisa berikutnya. Ini membuktikan bahwa makna dari sebuah kata akan berbeda-beda menurut konteks. Kata rapat, dapat berarti hampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang) (menurut kamusbahasaindonesia.org), namun dapat pula berarti pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan sesuatu; sidang; majelis (menurut kamusbahasaindonesia.org).
Kata bisa pada awal kalimat memiliki makna yang berbeda dengan kata bisa berikutnya. Ini membuktikan bahwa makna dari sebuah kata akan berbeda-beda menurut konteks. Kata rapat, dapat berarti hampir tidak berantara; dekat sekali (tidak renggang) (menurut kamusbahasaindonesia.org), namun dapat pula berarti pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan sesuatu; sidang; majelis (menurut kamusbahasaindonesia.org).
Istilah
Saya
tidak bisa menghidupkan komputer saya karena tidak ada energi listrik yang
mengalir di rumah saya.
Kata energi dalam kalimat di atas akan tetap berarti daya atau tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan (menurut kamusbahasaindonesia.org), walaupun konteks kalimatnya berubah ke dalam bidang kehidupan yang lain.
Kata energi dalam kalimat di atas akan tetap berarti daya atau tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan (menurut kamusbahasaindonesia.org), walaupun konteks kalimatnya berubah ke dalam bidang kehidupan yang lain.
e.
Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
1.
Makna Konseptual adalah makna yang dimiliki sebuah
leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata tersebut dengan konsep.
Makna konseptual itu adalah makna yang sesuai
dengan konsepnya, makna yang sesuai dengan referennya, dan makna yang bebas
dari asosiasi atau hubungan apapun. Jadi, sebenarnya makna konseptual ini sama
dengan makna referensial, makna leksikal, dan makna denotatif.
Contohnya :
1.
kata kursi
memiliki makna konseptual ’sebuah tempat yang digunakan untuk duduk’,
2.
kata amplop
memliki makna ’sampul surat’.
3.
Meja
4.
Rumah
5.
sapi
2.
Makna Asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah
leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang
berada di luar bahasa. Makna asosiatif ini sebenarnya sama dengan perlambangan yang digunakan oleh
suatu masyarakat bahasa untuk menyatakan
suatu konsep lain yang mempunyai kemiripan dengan sifat, keadaan atau ciri yang
ada pada konsep asal kata atau leksem tersebut.
Contoh:
1.
kata kursi
berasosiasi dengan ’kekuasaan’;
2.
kata amplop
berasosiasi dengan ’uang suap’.
3.
Kantil
4.
Merah
5.
Domba
Menurut Leech (dalam Chaer 2009:72), menyatakan makna asosiatif dibagi menjadi lima
macam, antara lain:
a)
Makna konotatif
Makna konotatif adalah makna yang bukan sebenarnya yang umumnya bersifat s indiran dan
merupakan makna denotasi yang mengalami penambahan.
b)
Makna stilistik
Makna stilistika ini berkenaan dengan gaya pemilihan kata sehubungan dengan
adanya perbedaan sosial dan bidang kegiatan di dalam masyarakat.
c)
Makna afektif
Makna afektif adalah makna yang berkenaan dengan perasaan pembicara
terhadap lawan bicara atau terhadap objek yang dibicarakan
d)
Makna refleksi
Makna refleksi adalah makna yang muncul oleh penutur pada saat merespon apa
yang dia lihat.
e)
Makna kolokatif
Makna kolokatif adalah makna yang berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu
yang dimliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim, sehingga kata
tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu lainnya.
f.
Makna Idiom dan Makna Peribahasa
1.
Makna Idiom adalah makna yang tidak dapat “diramalkan”
dari makna unsur-unsurnya baik secara leksikal maupun gramatikal. Idiom dibedakan menjadi dua yaitu, idiom penuh dan idiom sebagian. Idiom
penuh adalah idiom yang semua unsurnya sudah melebur menjadi satu kesatuan
sehingga makna yang dimiliki berasal dari seluruh kesatuan itu.
Contohnya: banting tulang artinya ’bekerja keras’, meja hijau artinya ’pengadilan’.
Sedangkan idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki
makna leksikalnya sendiri. Contoh: daftar
hitam artinya ’daftar yang berisi nama-nama orang yang dicurigai atau
dianggap bersalah’, besar kepala,
berhati besar dan bertangan dingin.
2.
Makna
Peribahasa adalah makna yang masih dapat ditelusuri atau dilacak dari makna
unsur-unsurnya karena adanya asosiasi antara makna asli dengan makna sebagai
peribahasa.
Contohnya: besar pasak
dari pada tiang artinya ‘besar pengeluaran dari
pada pendapatan’. Makna pribahasa ini bersifat memperbandingkan atau
mengumpamakan, maka bisanya juga disebut dengan nama perumpamaan. Kata yang sering digunakan dalam peribahasa yaitu kata seperti, bagai,
bak, laksana, umpama, tetapi ada juga peribahasa yang tidak menggunakan
kata-kata tersebut namun kesan peribahasanya tetap tampak. Bagai katak dalam tempurung, tak ada gading yang tak
retak dan bagai kucing dan anjing.
g. Makna Kias
Makna Kias adalah makna kata atau
leksem yang tidak memiliki arti sebenarnya, yaitu oposisi dari makna
sebenarnya. Oleh karena itu, semua bentuk bahasa yang tidak merujuk pada arti
sebenarnya (arti leksikal, konseptual, denotatif) disebut arti kiasan. Contohnya:
putri malam artinya bulan ataupun raja siang artinya matahari. Tikus kantor artinya korupsi, tangan dingin
artinya ahli atau pakar, ringan tangan artinya suka
memukul
h. Makna
lokusi, ilokusi dan perlokusi.
1.
Makna lokusi adalah makna harfiah atau
makna secara stuktur tanpa diembeli pemahaman subjektif dari sudut penutur atau
pendengar.
Contohnya : Udara
panas
2.
Makna ilokusi adalah makna yang dipahami
pendengar dari tuturan yang diujarkan penutur.
Contohnya : Sayur
ini enak meskipun kurang asin
3.
Makna perlokusi adalah makna yang
dimaksud penutur kepada pendengar.
Contohnya: Ada
hantu